Dan Dia Bersamamu, Di Mana Saja Kamu Berada
Seseorang pernah merasa sendirian.
Di tengah keramaian.
Di tengah keluarga.
Di tengah dunia yang terus melaju cepat.
Ia merasa kosong.
Sunyi.
Hampa.
Lalu ia membaca satu ayat.
>“Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada…”
>(QS. Al-Hadid: 4)
Ayat itu seperti hujan di padang pasir.
Menyejukkan.
Menggetarkan.
Membasuh luka yang tak kelihatan.
---
Allah.
Bukan hanya Maha Melihat.
Bukan hanya Maha Mendengar.
Dia bersama kita.
Bersama, bukan berarti menyatu.
Bukan berarti bercampur.
Tapi mengawasi, menjaga, mendengar, memperhatikan.
Imam Ibnul Qayyim berkata:
>“Kebersamaan Allah (ma’iyyah) adalah ma’iyyah khusus dan umum. Umum untuk semua makhluk-Nya, khusus untuk hamba-hamba pilihan-Nya.”
---
Ini bukan dongeng.
Bukan motivasi kosong.
Ini janji Allah dalam kitab-Nya.
Lihat lagi QS. At-Taubah: 40, saat Nabi ﷺ dan Abu Bakar di gua:
> “Jangan bersedih. Sesungguhnya Allah bersama kita.”
Kalimat itu menghentikan ketakutan.
Mengubah gelisah jadi percaya.
Dari gelap menjadi cahaya.
---
Pernah jatuh?
Pernah gagal?
Pernah dikhianati, disalahpahami, dilupakan?
Itu bukan akhir.
Karena Allah tidak pernah lupa.
Tidak pernah pergi.
Dan tidak akan membiarkanmu sendiri.
> “Sesungguhnya Rabb-mu tidak akan meninggalkanmu, dan tidak membencimu.”
> (QS. Adh-Dhuha: 3)
---
Berjalanlah.
Walau lambat.
Walau tertatih.
Karena langkahmu dalam pengawasan-Nya.
Dan air matamu tak pernah sia-sia.
---
Kita tidak sendiri.
Tidak pernah.
Jika dunia menolakmu,
langit tidak.
Jika manusia menutup pintu,
Allah membukakan lebih banyak.
Jika kamu lelah,
berhentilah sejenak.
Lalu ingat:
“Wahuwa ma'akum aina ma kuntum”
Dia bersamamu.
Di mana saja kamu berada.
---
Bukan hanya saat kamu kuat.
Tapi juga saat kamu lemah.
Bukan hanya saat kamu benar.
Tapi juga saat kamu tersesat.
Karena Allah bukan seperti manusia.
Dia Maha Mengetahui. Maha Memaafkan. Maha Mencintai.
---
📚 Artikel Terbaru:
- 🔗 Kehidupan Selalu Berhutang pada Seorang Ibu
- 🔗 Kebaikan dalam Sejarah Kaum Muslimin
- 🔗 PIKIRAN ADALAH PENDONGENG YANG LUAR BIASA
- 🔗 HIDUP MODERN HANYA BUTUH DATA, ANGKA DAN FAKTA
- 🔗 Ibu Sayang Kamu
- 🔗 Merdeka ! Jangan Mau Dijajah Lagi
- 🔗 Sembuhkan Luka, Agar Benar-Benar Merdeka
- 🔗 Kalau Mercusuar Tidak Lagi Menunjukkan Cahaya, Ke Mana Kita Mencari Panduan?
- 🔗 Langit Masih Sama
- 🔗 Hiduplah dengan Baik, Karena Segala Sesuatu Ada Sebab dan Akibatnya
- 🔗 Entropi, Kacau, Brengsek: 3 Kata Sama Makna, Beda Jiwa
- 🔗 Zaman saat Pengetahuan Menjadi Basis Tindakan
- 🔗 Kenapa Pahlawan Lokal Tak Laku di Mimbar
- 🔗 Makan Sate : Kita Nikmati Dagingnya, tapi Buang Tusuknya
- 🔗 Kita, Sisa yang Akan Didaur Ulang
- 🔗 Tidak Belajar, Maka Tidak Akan Mengerti
- 🔗 Menyadari Peristiwa
- 🔗 Ketika Mata dan Telinga Menipu Kita
- 🔗 Jangan Terburu-buru Mengambil Kesimpulan
- 🔗 Yang Jauh dari Keramaian
- 🔗 SURVIVAL KIT 2030: Bertahan dalam Dunia yang Bergerak Terlalu Cepat
- 🔗 Keraguan adalah Jalan Ilmu Pengetahuan
- 🔗 Cara Kerja Cerita Keajaiban
- 🔗 Peluang itu Selalu 50:50
- 🔗 Nikmati Pencapaianmu, Disini Saat Ini Seutuhnya