Ini Bukan Ujian. Ini Balasan.
Kadang orang berkata:
“Ini ujian dari Allah...”
Padahal, itu murni akibat dari tangannya sendiri.
Bukan ujian.
Tapi balasan.
Apa yang terjadi padanya, adalah buah dari keputusan-keputusan yang salah.
Berulang.
Dia tahu itu dosa.
Tapi terus dilakukan.
Lalu saat hidupnya hancur, menyebutnya ujian.
Padahal Allah sudah ingatkan:
"Dan apa saja musibah yang menimpamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri..."
Bukan karena Allah ingin menyakitimu.
Tapi karena Allah Maha Adil.
Allah tidak akan menzalimi hamba-Nya.
Tapi siapa yang menzalimi dirinya sendiri?
Kita.
Kadang orang jatuh ke jurang,
lalu menyalahkan gunung.
Padahal dia sendiri yang melompat.
Sama.
Orang yang hidup dalam dosa,
lalu kena musibah,
dan berkata,
“Allah sedang mengujiku.”
Bukan.
Itu bukan ujian.
Itu teguran.
Itu akibat.
Allah itu Maha Baik.
Tapi kebaikan-Nya tidak akan menghalangi keadilan-Nya.
Namun...
di situlah keindahan-Nya.
Sekalipun itu balasan,
Allah masih sisipkan harapan.
Masih buka pintu taubat.
Masih beri kesempatan.
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat…”
Jadi, jangan putus asa.
Sekalipun hidupmu porak-poranda.
Selama kau mau kembali.
Selama kau mau berhenti.
“Sesungguhnya hamba-Ku tetap dalam kebaikan selama dia memohon ampun kepada-Ku.”
Allah tidak menuntut sempurna.
Tapi Allah mencintai usaha kembali.
Bangkit.
Bersihkan hidup.
Jangan ulangi.
Kalau hari ini kau menderita karena dosa,
itu adil.
Tapi jangan jadikan alasan untuk menyerah.
Kuatkan jiwa.
Kuatkan tekad.
Karena dosa yang kau perangi hari ini,
bisa jadi cahaya di masa depanmu.
Kau bukan siapa-siapamu di masa lalu.
Tapi kau bisa jadi siapa pun yang kau pilih hari ini.
Allah tidak menutup jalan pulang.
Kecuali kau sendiri yang memilih tinggal dalam gelap.
Bangun.
Cuci luka.
Tinggalkan dosa.
Hidup ini berat.
Tapi lebih berat kalau dijalani dengan beban maksiat.
Buang semua.
Lalu langkahkan kaki.
Mungkin hari ini kau menderita.
Tapi kalau hari ini juga kau berubah,
maka itu bukan akhir.
Itu awal.
Allah tidak melihat masa lalumu.
Tapi melihat hatimu sekarang.
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka.”
Jadi, ubahlah.
Karena Tuhanmu masih mencintaimu.
📚 Artikel Terbaru:
- 🔗 Kehidupan Selalu Berhutang pada Seorang Ibu
- 🔗 Kebaikan dalam Sejarah Kaum Muslimin
- 🔗 PIKIRAN ADALAH PENDONGENG YANG LUAR BIASA
- 🔗 HIDUP MODERN HANYA BUTUH DATA, ANGKA DAN FAKTA
- 🔗 Ibu Sayang Kamu
- 🔗 Merdeka ! Jangan Mau Dijajah Lagi
- 🔗 Sembuhkan Luka, Agar Benar-Benar Merdeka
- 🔗 Kalau Mercusuar Tidak Lagi Menunjukkan Cahaya, Ke Mana Kita Mencari Panduan?
- 🔗 Langit Masih Sama
- 🔗 Hiduplah dengan Baik, Karena Segala Sesuatu Ada Sebab dan Akibatnya
- 🔗 Entropi, Kacau, Brengsek: 3 Kata Sama Makna, Beda Jiwa
- 🔗 Zaman saat Pengetahuan Menjadi Basis Tindakan
- 🔗 Kenapa Pahlawan Lokal Tak Laku di Mimbar
- 🔗 Makan Sate : Kita Nikmati Dagingnya, tapi Buang Tusuknya
- 🔗 Kita, Sisa yang Akan Didaur Ulang
- 🔗 Tidak Belajar, Maka Tidak Akan Mengerti
- 🔗 Menyadari Peristiwa
- 🔗 Ketika Mata dan Telinga Menipu Kita
- 🔗 Jangan Terburu-buru Mengambil Kesimpulan
- 🔗 Yang Jauh dari Keramaian
- 🔗 SURVIVAL KIT 2030: Bertahan dalam Dunia yang Bergerak Terlalu Cepat
- 🔗 Keraguan adalah Jalan Ilmu Pengetahuan
- 🔗 Cara Kerja Cerita Keajaiban
- 🔗 Peluang itu Selalu 50:50
- 🔗 Dunia adalah Penjara Besar untuk Manusia