Dapatkan Kedalaman Makna Kehidupan
WA 081311649594

Keliru Membaca Dunia, Gagap Menghadapi Akhirat

Manusia hidup di dunia seperti membaca kitab terbuka.
Tapi banyak yang membacanya dengan kaca mata terbalik.
Teksnya jelas. Tapi tafsirnya kabur.
Akibatnya, arah hidup pun melenceng.

Banyak yang mengira dunia adalah tempat tinggal. Padahal hanya tempat lewat.
Ada yang mengira harta penentu mulia. Padahal bisa jadi jerat neraka.
Ada yang mengira sibuk berarti produktif. Padahal bisa jadi lalai dari tugas utama.

“Dunia itu manis dan hijau, dan Allah menjadikan kamu khalifah di dalamnya, maka perhatikan bagaimana kamu berbuat di dalamnya.”
Ini bukan larangan mencintai dunia. Tapi peringatan jangan silau.

Jika kita keliru membaca dunia, kita bisa merasa tenang di puncak gunung padahal di bawahnya jurang.
Kita merasa menang saat sebenarnya tersesat.
Kita merasa cukup padahal kekosongan batin semakin besar.

“Barang siapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya, maka Allah akan cerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di depan matanya, dan dunia tidak akan mendatanginya kecuali yang telah ditetapkan.”
Sebaliknya,
“Barang siapa yang menjadikan akhirat sebagai niatnya, maka Allah akan menyatukan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.”

Dunia bukan musuh. Tapi bukan juga tujuan.
Ia hanya ladang. Untuk ditanami amal.
Ia hanya waktu. Untuk dipergunakan mengumpulkan bekal.
Ia hanya jembatan. Untuk diseberangi. Bukan untuk dibangun istana.

“Orang yang paling cerdas adalah yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati.”
Bukan mereka yang pandai membaca grafik saham.
Bukan yang bisa menebak arah tren pasar.
Tapi mereka yang bisa membaca tanda-tanda kehidupan dengan cermin akhirat.

Jika salah baca dunia, maka amal pun salah arah.
Hidup jadi keliru ukurannya.
Yang semestinya dikejar malah ditinggal.
Yang hanya pelengkap malah diperebutkan mati-matian.

“Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan dan saling berbangga di antara kalian serta berlomba-lomba dalam kekayaan dan anak-anak.”
Bukan dilarang bermain. Tapi jangan mabuk di permainan.
Boleh tertawa. Tapi jangan lupa menangis saat sujud.
Boleh kerja keras. Tapi jangan lalai shalat.

Maka belajar membaca dunia dengan benar.
Supaya tidak gagap menghadapi akhirat.
Karena yang datang bukan akhir dari segalanya. Tapi awal dari yang kekal selamanya.
WhatsApp Bagikan via WhatsApp
📚 Artikel Terbaru: